Minggu, 03 November 2013

TUGAS IBD CERPEN " MANUSIA DAN HARAPAN "

Nama   : Ridha Triyana Dewi
Kelas   : 1EA29
Npm    : 17213619
Jurusan : Manajemen
" Harapan Seorang Pelajar "
       Mungkin dari kebanyakan orang waktu kelulusan SMA itu adalah hari – hari yang sangat di tunggu-tunggu, sangat  menyenangkan, puncak dari segala panantian dan usaha selama tiga tahun ini, tapi rasanya sebagian besar hatiku tidak merasakan hal yang sama.
       Aku masih ingat tiga tahun yang lalu saat aku baru lulus dari SMP, begitu susahnya saat mau melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi. Mungkin dari segi kwalitas aku masih bisa mengejar tetapi dari segi ekonomi keluargaku masih sangat jauh di bawahnya. Sejenak aku berfikir ke depan “ waktu mau mask SMA aja susah banget, gimana mau ngelanjutin ke perguruan tinggi…?? Tanyaku dalam hati “. Mungkin ini yang dibilang pepatah “ susah-susah dahulu, bersenang-senang kemudian. Orang tuaku yang selalu bekerja keras demi anak-anaknya, selalu menjadi teladan buat ku, itulah yang menjadi semangat dan harapanku untuk terus menuntut ilmu.
            Saat itu aku lulus memang dengan hasil yang lumayan bagus, tetapi tetap saja persaingan ku sangat sulit untuk ikut seleksi di perguruan tinggi negeri yang ratusan ribu pendaftar dari berbagai provinsi di Indonesia berkumpul disitu, Butuh keberuntungan untuk ku agar bisa diterima di perguruan tinggi tersebut, tetapi saat itu keberuntungan tidak berpihak kepadaku, aku gagal. Aku coba lagi dengan cara seleksi lain tapi tetap saja hasil yang kudapatkan sama “ kegagalan “. Sudah sekian kali aku mencoba dan untuk kesekian kalinya aku merasa kecewa dan prustasi. Kamu tau perasaan itu, saat kamu bangun dan hanya dibayangi oleh ketakutan ?? ketakutan dan kecemasan terhadap sesuatu yang tidak bisa kamu kendalikan, rasa kegagalan terus menghantui sampai kamu berharap bahwa segala sesuatu yang terjadi sejauh ini hanya mimpi buruk ?? perasaan itulah yang terjadi terus-menerus dalam hidup ku.
            Pikiran dan hati ku sudah tidak karuan lagi, sehari seperti seminggu, seminggu seperti sebulan, yang terasa seperti kekecewaan dan prustasi tiada akhir, bagian yang paling sulit saat tidak peduli lagi berapa kali aku mencoba, aku seperti tidak membuat kemajuan apapun.
            Saat itu pilihan terbaikku adalah ke perguruan tinggi suwasta yang dominan membutuhkan biaya yang cukup besar. Ratusan bahkan ribuan kali aku memikirkan itu, tapi sulit buatku mengambil keputusan karena keadaan ekonomi yang seperti menyeret ku ke pikiran yang jauh dari kewajaran.
            Pada saat itu aku berbicara dan terus memandangi wajah penyemangat ku yaitu kedua orang tuaku. Aku mengadukan semua kepadanya, tak kurasa kalau air mataku sudah tak kuasa aku tahan. Aku duduk disampingnya memohon dan meminta maaf atas kegagalan yang terjadi kepadaku.
            Lagi-lagi orang tuaku memang benar-benar menjadi panutan untukku, menjadi pengangkat batin dan pikiran ku untuk terus maju, mereka member nasehat kepadaku, kalau setiap ada kemauan pasti ada jalan keluar, sebesar apapun biaya yang perlu dikeluarkan untuk mu nak, pasti akan kami usahakan semampu kami, itulah sebersit nasehat buat ku.
            Itu yang sampai sekarang terus membangunkan ku dari rasa prustasi dan kecewa yang tiada akhir. Jangan menyerah, meskipun segala sesuatu terlihat suram sekarang, teruslah berusaha, bekerja keras dan berikan waktumu untuk terus maju, yakinkan dirimu bahwa segala sesuatu akan selalu lebih baik jika kita terus berharap, berusaha dan bekerja keras.
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar