Nama : Ridha Triyana Dewi
Kelas : 1EA29
Npm : 17213619
Jurusan : Manajemen
Kelas : 1EA29
Npm : 17213619
Jurusan : Manajemen
" Harapan Seorang Pelajar "
Mungkin
dari kebanyakan orang waktu kelulusan SMA itu adalah hari – hari yang sangat di
tunggu-tunggu, sangat menyenangkan,
puncak dari segala panantian dan usaha selama tiga tahun ini, tapi rasanya
sebagian besar hatiku tidak merasakan hal yang sama.
Aku masih ingat tiga tahun yang lalu
saat aku baru lulus dari SMP, begitu susahnya saat mau melanjutkan sekolah ke
jenjang yang lebih tinggi. Mungkin dari segi kwalitas aku masih bisa mengejar
tetapi dari segi ekonomi keluargaku masih sangat jauh di bawahnya. Sejenak aku
berfikir ke depan “ waktu mau mask SMA aja susah banget, gimana mau ngelanjutin
ke perguruan tinggi…?? Tanyaku dalam hati “. Mungkin ini yang dibilang pepatah
“ susah-susah dahulu, bersenang-senang kemudian. Orang tuaku yang selalu
bekerja keras demi anak-anaknya, selalu menjadi teladan buat ku, itulah yang
menjadi semangat dan harapanku untuk terus menuntut ilmu.
Saat itu aku lulus memang dengan
hasil yang lumayan bagus, tetapi tetap saja persaingan ku sangat sulit untuk
ikut seleksi di perguruan tinggi negeri yang ratusan ribu pendaftar dari
berbagai provinsi di Indonesia berkumpul disitu, Butuh keberuntungan untuk ku
agar bisa diterima di perguruan tinggi tersebut, tetapi saat itu keberuntungan
tidak berpihak kepadaku, aku gagal. Aku coba lagi dengan cara seleksi lain tapi
tetap saja hasil yang kudapatkan sama “ kegagalan “. Sudah sekian kali aku
mencoba dan untuk kesekian kalinya aku merasa kecewa dan prustasi. Kamu tau
perasaan itu, saat kamu bangun dan hanya dibayangi oleh ketakutan ?? ketakutan
dan kecemasan terhadap sesuatu yang tidak bisa kamu kendalikan, rasa kegagalan
terus menghantui sampai kamu berharap bahwa segala sesuatu yang terjadi sejauh
ini hanya mimpi buruk ?? perasaan itulah yang terjadi terus-menerus dalam hidup
ku.
Pikiran dan hati ku sudah tidak
karuan lagi, sehari seperti seminggu, seminggu seperti sebulan, yang terasa
seperti kekecewaan dan prustasi tiada akhir, bagian yang paling sulit saat
tidak peduli lagi berapa kali aku mencoba, aku seperti tidak membuat kemajuan
apapun.
Saat itu pilihan terbaikku adalah ke
perguruan tinggi suwasta yang dominan membutuhkan biaya yang cukup besar.
Ratusan bahkan ribuan kali aku memikirkan itu, tapi sulit buatku mengambil
keputusan karena keadaan ekonomi yang seperti menyeret ku ke pikiran yang jauh
dari kewajaran.
Pada saat itu aku berbicara dan
terus memandangi wajah penyemangat ku yaitu kedua orang tuaku. Aku mengadukan
semua kepadanya, tak kurasa kalau air mataku sudah tak kuasa aku tahan. Aku
duduk disampingnya memohon dan meminta maaf atas kegagalan yang terjadi
kepadaku.
Lagi-lagi orang tuaku memang
benar-benar menjadi panutan untukku, menjadi pengangkat batin dan pikiran ku
untuk terus maju, mereka member nasehat kepadaku, kalau setiap ada kemauan
pasti ada jalan keluar, sebesar apapun biaya yang perlu dikeluarkan untuk mu
nak, pasti akan kami usahakan semampu kami, itulah sebersit nasehat buat ku.
Itu yang sampai sekarang terus
membangunkan ku dari rasa prustasi dan kecewa yang tiada akhir. Jangan
menyerah, meskipun segala sesuatu terlihat suram sekarang, teruslah berusaha,
bekerja keras dan berikan waktumu untuk terus maju, yakinkan dirimu bahwa
segala sesuatu akan selalu lebih baik jika kita terus berharap, berusaha dan
bekerja keras.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar