Nama : Ridha Triyana Dewi
Npm : 17213619
Kelas : 3EA31
Pengertian Perilaku Konsumen
Perilaku
konsumen adalah proses yang dilalui oleh seseorang / organisasi dalam mencari,
membeli, menggunakan, mengevaluasi, dan membuang produk atau jasa setelah
dikonsumsi untuk memenuhi kebutuhannya.
Konsumen dapat
merupakan seorang individu ataupun organisasi, mereka memiliki peran yang
berbeda dalam perilaku konsumsi, mereka mungkin berperan sebagai initiator,
influencer, buyer, payer atau user.
Perilaku
konsumen mempelajari di mana, dalam kondisi macam apa, dan bagaimana kebiasaan
seseorang membeli produk tertentu dengan merk tertentu. Kesemuanya ini sangat
membantu manajer pemasaran di dalam menyusun kebijaksanaan pemasaran
perusahaan. Proses pengambilan keputusan pembelian suatu barang atau jasa akan
melibatkan berbagai pihak, sesuai dengan peran masing-masing.
Peran yang
dilakukan tersebut adalah:
(1) Initiator,
adalah individu yang mempunyai inisiatif pembelian barang tertentu;
(2) Influencer,
adalah individu yang berpengaruh terhadap keputusan pembelian. Informasi
mengenai kriteria yang diberikan akan dipertimbangkan baik secara sengaja atau
tidak;
(3) Decider,
adalah yang memutuskan apakah akan membeli atau tidak, apa yang akan dibeli,
bagaimana membelinya;
(4) Buyer,
adalah individu yang melakukan transaksi pembelian sesungguhnya;
(5) User, yaitu
individu yang mempergunakan produk atau jasa yang dibeli.
Banyak faktor
yang mempengaruhi seseorang melakukan pembelian terhadap suatu produk.
Manajemen perlu mempelajari faktor-faktor tersebut agar program pemasarannya
dapat lebih berhasil. Faktor-faktor tersebut diantaranya adalah faktor ekonomi,
psikologis, sosiologis dan antropologis.
Alasan mengapa
seseorang membeli produk tertentu atau alasan mengapa membeli pada penjual
tertentu akan merupakan faktor yang sangat penting bagi perusahaan dalam
menentukan desain produk, harga, saluran distribusi, dan program promosi yang
efektif, serta beberapa aspek lain dari program pemasaran perusahaan.
Pengertian
Perilaku konsumen menurut para ahli
a. Schiffman dan
Kanuk
Perilaku
konsumen adalah proses yang dilalui oleh seorang dalam mencari, membeli,
menggunakan, mengevaluasi dan bertindak pasca konsumsi produk dan jasa, maupun
ide yang diharapkan dapat memenuhi kebutuhannya.
b. Engel,
Blackwell dan Miniard
Perilaku
konsumen ialah tindakan-tindakan produk jasa, termasuk proses keputusan yang
mendahului dan mengikuti tindakan tersebut yang terlibat secara langsung dalam
memperoleh, mengkonsumsi dan membuang suatu produk atau jasa, termasuk proses
keputusan yang mendahului dan mengikuti tindakan tersebut.
c. Mowen
Perilaku
konsumen merupakan aktivitas seseorang saat mendapatkan, mengkonsumsi dan
membuang barang atau jasa.
d. Loudon dan
Bitta
Perilaku
konsumen merupakan proses pengambilan keputusan dan kegiatan yang dilakukan
konsumen secara fisik dalam pengevaluasian, perolehan, penggunaan dan
mendapatkan barang atau jasa.
e. Hawkins, Best
dan Coney
Perilaku
konsumen merupakan studi tentang bagaimana individu, kelompok atau organisasi
melakukan proses pemilihan, pengamanan, penggunaan dan penghentian produk,
jasa, pengalaman atau ide untuk memuaskan kebutuhannya terhadap konsumen dan
masyarakat.
f. Lamb, Hair
dan Mc.Daniel
Perilaku konsumen adalah proses
seorang pelanggan dalam membuat keputusan untuk membeli, menggunakan serta
mengkonsumsi barang-barang dan jasa yang dibeli, juga termasuk faktor-faktor
yang mempengaruhi keputusan pembelian dan penggunaan produk.
Adapun
beberapa teori perilaku konsumen adalah sebagai berikut:
(1) Teori
Ekonomi Mikro. Teori ini beranggapan bahwa setiap konsumen akan berusaha
memperoleh kepuasan maksimal. Mereka akan berupaya meneruskan pembeliannya
terhadap suatu produk apabila memperoleh kepuasan dari produk yang telah
dikonsumsinya, di mana kepuasan ini sebanding atau lebih besar dengan marginal
utility yang diturunkan dari pengeluaran yang sama untuk beberapa produk yang
lain;
(2) Teori
Psikologis. Teori ini mendasarkan diri pada faktor-faktor psikologis individu
yang dipengaruhi oleh kekuatan-kekuatan lingkungan. Bidang psikologis ini
sangat kompleks dalam menganalisa perilaku konsumen, karena proses mental tidak
dapat diamati secara langsung;
(3) Teori
Antropologis. Teori ini juga menekankan perilaku pembelian dari suatu kelompok
masyarakat yang ruang lingkupnya sangat luas, seperti kebudayaan, kelas-kelas
sosial dan sebagainya.
Perilaku
Konsumen secara umum dibagi menjadi 2 yaitu Perilaku Konsumen yang bersifat
Rasional dan Irrasional.
Berikut ini
beberapa ciri-ciri dari Perilaku Konsumen yang bersifat Rasional:
- Konsumen
memilih barang berdasarkan kebutuhan
- Barang yang
dipilih konsumen memberikan kegunaan optimal bagi konsumen
- Konsumen
memilih barang yang mutunya terjamin
- Konsumen
memilih barang yang harganya sesuai dengan kemampuan konsumen
Beberapa
ciri-ciri Perilaku Konsumen yang bersifat Irrasional:
- Konsumen
sangat cepat tertarik dengan iklan dan promosi di media cetak maupun
elektronik
- Konsumen
memiliki barang-barang bermerk atau branded yang sudah dikenal luas
- Konsumen
memilih barang bukan berdasarkan kebutuhan, melainkan gengsi atau prestise
Pendekatan
Perilaku Konsumen, diantaranya ada 2 (dua) macam, yaitu:
Perilaku
kardinal yaitu merupakan kepuasan individu atau seorang konsumen
diukur dengan satuan kepuasan. Setiap menambahan satu unit barang yang
dikonsumsi akan menambah kepuasan yang diperoleh konsumen tersebut dalam jumlah
tertentu. Semakin banyak atau semakin besar jumlah barang yang dapat dikonsumsi
maka semakin tinggi pula tingkat kepuasannya. Konsumen ini akan berusaha untuk
memaksimalkan kepuasannya pada tingkat pendapatan yang dia dimiliki. Besarnya
nilai kepuasan akan sangat bergantung pada konsumen yang bersangkutan. Konsumen
ini dapat mencapai mencapai kepuasan yang maksimum jika dalam membelanjakan
pendapatannya mencapai kepuasan yang sama pada berbagai barang.
Perilaku
ordinal yaitu, dalam pendekatan ini daya guna suatu produk atau
jasa tidak perlu diukur, cukup untuk diketahui saja dan konsumen mampu
membuat urutan tinggi – rendahnya daya guna yang diperoleh dari mengkonsumsi
sekelompok produk atau jasa.
SIFAT DARI
PERILAKU KONSUMEN
1. Perilaku
Konsumen Dinamis
Perilaku
konsumen dikatakan dinamis karena proses berpikir, merasakan, dan aksi dari
setiap individu konsumen, kelompok konsumen, dan perhimpunan besar konsumen
selalu berubah secara konstan. Sifat yang dinamis demikian menyebabkan
pengembangan strategi pemasaran menjadi sangat menantang sekaligus sulit. Suatu
strategi dapat berhasil pada suatu saat dan tempat tertentu tapi gagal pada
saat dan tempat lain. Karena itu suatu perusahaan harus senantiasa melakukan
inovasi-inovasi secara berkala untuk meraih
konsumennya.
konsumennya.
2. Interaksi
Perilaku Konsumen
Dalam perilaku
konsumen terdapat interaksi antara pemikiran, perasaan, dan tindakan manusia,
serta lingkungan. Semakin dalam suatu perusahaan memahami bagaimana interaksi
tersebut mempengaruhi konsumen semakin baik perusahaan tersebut dalam memuaskan
kebutuhan dan keinginan konsumen serta memberikan value atau nilai bagi
konsumen.
3. Perilaku
Konsumen Pertukaran
Perilaku
konsumen melibatkan pertukaran antara manusia. Dalam kata lain seseorang
memberikan sesuatu untuk orang lain dan menerima sesuatu sebagai gantinya.
Kesimpulannya
Jadi yang dimaksud dengan perilaku konsumen adalah suatu
proses atau tindakan seseorang secara langsung dalam mencari, menggunakan,
mengevaluasi dan membuang produk atau jasa setelah dikonsumsi untuk memenuhi
kebutuhannya. Beberapa teori perilaku konsumen : Teori Ekonomi Mikro yaitu
teori yang beranggapan bahwa setiap konsumen akan berusaha memperoleh kepuasan
maksimal, Teori Psikologis yaitu teori yang mendasarkan diri pada faktor-faktor
psikologis individu yang dipengaruhi oleh kekuatan-kekuatan lingkungan, dan Teori
Antropologis yaitu teori yang menekankan perilaku pembelian dari suatu kelompok
masyarakat yang ruang lingkupnya sangat luas, seperti kebudayaan, kelas-kelas
sosial dan sebagainya.
Perilaku konsumen secara umum dapt dibagi menjadi dua,
yaitu yang bersifat rasional dan irrasional. Sedangkan untuk pendekatan
perilaku konsumen di antaranya ada dua macam yaitu Perilaku Kardinal yang merupakan
kepuasan individu atau seorang konsumen diukur dengan satuan kepuasan, dan Perilaku
Ordinal yaitu pendekatan yang daya
guna suatu produk atau jasa tidak perlu diukur, cukup diketahui saja dan
konsumen mampu membuat urutan tinggi rendahnya daya guna yang
diperoleh dari mengkonsumsi sekelompok produk atau jasa. Adapun sifat dari
perilaku konsumen yaitu Perilaku Konsumen Dinamis, Interaksi Perilaku Konsumen
dan Perilaku Konsumen Pertukaran.
Sumber :